Presiden China Xi Jinping mendesak ↗percepatan pembangunan ↗proyek kota baru Xiongan ↗yang digadang-gadang sebagai 'kota masa depan' di dekat Beijing.
Mengutip dari Channel News Asia, Xi meminta para pejabat untuk bekerja ↗lebih maksimal dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek ambisius tersebut, yang menjadi salah satu warisan penting kepemimpinannya.
"Xiongan New Area harus menjadikan reformasi dan inovasi sebagai pendorong utama untuk mempercepat integrasi mendalam antara inovasi teknologi dan inovasi industri.
Kawasan Xiongan New Area terletak sekitar 100 kilometer di barat daya Beijing, tepatnya di Provinsi Hebei. Proyek ini menjadi salah satu dari tiga kawasan strategis nasional China, bersama Shenzhen dan Pudong di Shanghai.
Pemerintah China merancang Xiongan sebagai pusat baru yang akan menampung relokasi berbagai institusi penting, mulai dari badan usaha milik negara, universitas, perusahaan teknologi, hingga lembaga keuangan.
Langkah ini juga bertujuan mengurangi kepadatan dan tekanan urban di Beijing yang selama ini menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi.
Sejumlah perusahaan pelat merah, seperti Sinochem dan China Satellite Network Group, dilaporkan telah memindahkan kantor pusatnya ke Xiongan. Namun, sebagian proyek masih dalam tahap pembangunan.
Meski proyek ini telah dimulai sejak 2017, kawasan pusat Xiongan hingga kini masih relatif sepi penduduk. Pemerintah menargetkan pembangunan dasar kota tersebut rampung pada 2035.
Dalam kunjungan tersebut, Xi juga meninjau sejumlah fasilitas baru, termasuk kantor pusat perusahaan pembangkit listrik China Huaneng Group serta sebuah sekolah menengah

