Seorang informan rahasia ↗FBI (Federal Bureau of Investigation) Amerika ↗Serikat mengeklaim pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein merupakan mata-mata Israel↗.
Pernyataan itu disampaikan berdasarkan dokumen yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pekan lalu.
Dalam dokumen itu, informan yang disebut sebagai sumber informasi rahasia (CHS) itu mengatakan ia yakin Epstein ↗merupakan mata-mata Israel.
"CHS menjadi yakin Epstein ↗merupakan agen badan intelijen Israel, Mossad yang direkrut," demikian pernyataan dalam dokumen tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency↗.
Keyakinan bahwa Epstein adalah mata-mata Mossad muncul dalam konteks persaingan regional yang melibatkan Israel.
CHS juga merekam percakapan telepon antara Epstein dan pengacaranya, Alan Dershowitz. Usai percakapan itu, Mossad menghubungi Dershowitz untuk melakukan evaluasi.
Informan itu menyampaikan kepada FBI, bahwa Dershowitz pernah mengatakan, seandainya masih muda, ia akan menjadi agen intelijen Israel dengan membawa senjata kejut.
Sebelumnya, pada 2008, ia mengaku bersalah di pengadilan Florida atas kasus perekrutan anak di bawah umur untuk prostitusi. Namun, hukuman ringan yang disepakati dengan persetujuan Acosta kerap dikritik sebagai "kesepakatan istimewa."
Rilis terbaru dokumen itu turut menyinggung sejumlah tokoh ternama, termasuk Dershowitz dan figur lain dari kalangan elite politik serta keuangan.
Para korban menuduh Epstein menjalankan jaringan perdagangan seks luas yang melibatkan dan dimanfaatkan oleh kalangan kaya serta elite politik.

