Operasional salah satu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG)↗ di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dihentikan sementara setelah hasil evaluasi menunjukkan masih adanya sejumlah aspek yang belum memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: FOBI Perkuat Fondasi Biliar Indonesia, Fokus Pembinaan dan Standarisasi Kompetisi↗
Keputusan penghentian sementara selama dua bulan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program serta memastikan keamanan dan mutu makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat. Selama masa penghentian, pengelola dapur diminta melakukan berbagai perbaikan sesuai hasil evaluasi yang telah diberikan.
BGN menekankan bahwa seluruh dapur MBG wajib memenuhi standar operasional yang mencakup kebersihan lingkungan, keamanan pangan, kelengkapan fasilitas, hingga sistem pengelolaan makanan. Standar tersebut diterapkan untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi sekaligus aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: TNI AD Klarifikasi Pengawalan Danrem oleh Ajudan dalam Ajang Jogja Marathon↗
Pihak pengelola dapur disebut telah menerima rekomendasi perbaikan dan berkomitmen melakukan penyesuaian agar dapat kembali beroperasi setelah proses evaluasi lanjutan selesai dilakukan. Pemerintah daerah juga turut mendampingi proses pembenahan agar layanan dapat segera berjalan kembali.
Kasus ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Melalui pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan, pemerintah berharap kualitas layanan program dapat terus ditingkatkan dan manfaatnya dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
source: Dapur MBG di Sikka Disetop 2 Bulan, Belum Penuhi Standar BGN↗

